Pendidikan Karakter Berbasis Etnokonseling di Masyarakat Multikultural
DOI:
https://doi.org/10.56921/jumper.v5i2.388Kata Kunci:
Anak Usia Dini, Etnokonseling, Lingkungan Multikultural, Pendidikan Karakter, Kearifan LokalAbstrak
Pendidikan karakter di lingkungan multikultural seringkali menghadapi hambatan berupa egoisme budaya dan rendahnya toleransi pada anak usia dini, namun pendekatan konseling yang ada masih bersifat umum dan belum menyentuh akar budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan etnokonseling dalam mengoptimalkan pembentukan karakter anak usia dini di lingkungan multikultural. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada lembaga PAUD di wilayah heterogen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam proses konseling mampu meningkatkan empati lintas budaya dan kesadaran diri anak secara signifikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model etnokonseling yang mensinergikan kearifan lokal dengan teknik konseling modern sebagai instrumen preventif konflik identitas sejak dini. Hasil ini berimplikasi pada pentingnya kurikulum berbasis budaya dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Referensi
Arvola, A., Lastikka, A. L., & Lunneila, J. (2023). Cultural resilience and identity formation in multicultural early childhood education: A longitudinal perspective. International Journal of Early Childhood, 55(2), 187–205. https://doi.org/10.1007/s13158-023-00352-w
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkalis. (2021). Kabupaten Bengkalis dalam angka 2021. BPS Kabupaten Bengkalis.
Bronfenbrenner, U., & Morris, P. A. (2006). The bioecological model of human development. Dalam W. Damon & R. M. Lerner (Ed.), Handbook of child psychology: Theoretical models of human development (hlm. 793–828). John Wiley & Sons.
García-Carrión, R., Villarejo-Carballido, B., & Villardón-Gallego, L. (2020). Health and well-being in schools: The impact of social and emotional learning through cultural interactions. Frontiers in Psychology, 11(160), 1–12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.00160
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (Edisi ke-3). Teachers College Press.
He, J., van de Vijver, F. J. R., & Schmacke, B. (2021). The role of cultural collectivism in self-regulation development: A cross-cultural study of early childhood. Journal of Cross-Cultural Psychology, 52(3), 245–262. https://doi.org/10.1177/0022022121100511
Hidayat, R., Adnan, A., & Syafril, S. (2020). Pembiasaan dan keteladanan guru sebagai strategi penguatan karakter anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 654–663. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.421
Kadir, F. A. A. (2019). Nilai murni masyarakat Melayu bagi pemantapan jati diri manusia: Satu analisis. Jurnal Peradaban, 12(1), 1–18.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Edisi ke-4). SAGE Publications.
Mubarak, Z. (2022). Etnokonseling: Pendekatan budaya dalam bimbingan dan konseling. PT RajaGrafindo Persada.
Naim, N., & Sauqi, A. (2019). Pendidikan multikultural: Konsep dan aplikasi. Ar-Ruzz Media.
Prameswari, S. W., & Khaerudin, M. (2021). Local wisdom-based character education in early childhood education. Journal of Early Childhood Education (JECE), 3(1), 22–35. https://doi.org/10.15408/jece.v3i1.21312
Prasetiawan, H. (2021). Dominasi konseling Barat dan tantangan konseling berbasis kearifan lokal di Indonesia. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 5(1), 12–25. https://doi.org/10.30598/jbkt.v5i1.1245
Rahmawati, D. (2021). Efektivitas metode naratif berbasis budaya Melayu dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 45–56. https://doi.org/10.21831/jpa.v10i1.39821
Sari, P. P. (2020). Permainan tradisional sebagai media bimbingan kelompok untuk meningkatkan karakter gotong royong pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 134–145. https://doi.org/10.21831/jpka.v11i2.32115
Suryana, D., & Rizareli, M. (2021). Internalization of national character values through traditional game media in early childhood education. Journal of Early Childhood Care and Education, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.26555/jecce.v4i1.3421
Sue, D. W., & Sue, D. (2019). Counseling the culturally diverse: Theory and practice (Edisi ke-8). John Wiley & Sons.
Supriyadi, S. (2020). Pengaruh pendidikan berbasis budaya lokal terhadap perkembangan aspek sosial emosional anak. Jurnal Riset Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 88–97.
Tilaar, H. A. R. (2018). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.
Wibowo, A. (2020). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah. Pustaka Pelajar.
Yilmaz, K. (2021). Comparison of character education programs in multicultural societies. Educational Policy Analysis and Strategic Research, 16(2), 45–62. https://doi.org/10.29329/epasr.2021.348.3
Zamroni, Z. (2022). Pendidikan multikultural: Strategi mereduksi prasangka sosial pada anak usia dini di lingkungan heterogen. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 7(1), 15–28. https://doi.org/10.17977/um022v7i12022p015
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Desi Arpa, Micha Felayati Silalahi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














