https://jurnal.catimoredansahabat.my.id/index.php/kosmopolitan/issue/feedKosmopolitan: Jurnal Sosial, Hukum, Politik, dan Humaniora2026-05-09T19:41:24+07:00Fachrur Rizhacatimoredansahabat@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Kosmopolitan: Jurnal Sosial, Hukum, politik dan Humaniora</strong> merupakan jurnal penelitian Sosial, Hukum, Politik, dan Humaniora dikelola dan diterbitkan oleh <strong>LSM Catimore dan Sahabat</strong>. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian kepada para akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pihak lain yang berminat di bidang Sosial, Hukum, Politik, dan Humaniora yang memuat kajian-kajian di bidang ilmu Sosial, Hukum, Politik, dan Humaniora baik secara teoritik maupun empirik. Fokus jurnal ini tentang kajian-kajian hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum internasional, hukum acara dan hukum adat, politik, ilmu sosial, dan humaniora, dll.</p>https://jurnal.catimoredansahabat.my.id/index.php/kosmopolitan/article/view/358Representasi Nilai Moderasi Beragama Melalui Analisis Naratif Tzvetan Todorov Pada Film Nama Saya Ahmad2026-01-17T14:28:53+07:00Maria Ulfaulfa2975@gmail.comIrsan Adriandairsanadrianda@staindirundeng.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai moderasi beragama dalam film Nama Saya Ahmad karya Adnan Adi Ilmawan. Film ini dipilih karena merepresentasikan dinamika relasi sosial antarumat beragama dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis naratif model Tzvetan Todorov. Data diperoleh melalui observasi terhadap alur cerita, dialog, dan adegan film yang dianalisis berdasarkan tahapan keseimbangan awal, gangguan, upaya penyelesaian, dan keseimbangan baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Nama Saya Ahmad merepresentasikan nilai-nilai moderasi beragama secara bertahap, meliputi adil, tawazun, keberagaman, tasamuh, tahadhdhar, iātidal, musawah, syura, aulawiyah, serta tathawwur wa ibtikar. Nilai-nilai tersebut dibangun melalui konflik dan dialog antartokoh sebagai proses transformasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa film berperan sebagai media reflektif yang efektif, serta edukatif dalam menyampaikan pesan moderasi beragama secara kontekstual dan humanis.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Kosmopolitan: Jurnal Sosial, Hukum, Politik, dan Humaniorahttps://jurnal.catimoredansahabat.my.id/index.php/kosmopolitan/article/view/310Pengaruh Media Sosial sebagai Pemicu Stres dan Distraksi Akademik : Studi Kasus pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Aceh2026-01-05T10:44:03+07:00Mawarnimawarmawarni2724@gmail.comDi Aidil Mahendradiaidilmahenea@gmail.comNurul Kamalynurulkamaly@usk.ac.idWais Alqarniwaisalqarni@usk.ac.idUswatun Nisauswatunnisa@usk.ac.id<p>Penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa memiliki tingkat <br />kerentanan yang tergolong lebih tinggi bergantung dengan internet <br />dari pada kelompok Masyarakat lainnya karena berada di fase masa <br />transisi dari masa remaja akhir menuju ke dewasa muda dan sedang <br />mengalami dinamika psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk <br />menggali dan menganalisis prespektif tersebut dengan metode <br />kuantitatif melalui kuisioner kepada mahasiswa perguruan tinggi di <br />Aceh. Penelitian ini menentukan bahwa masyarakat memiliki <br />pandangan yang beragam tentang perkembangan teknologi informasi <br />yang pesat telah menjadikan media sosial bagian integral dalam <br />kehidupan mahasiswa, bagi kehidupan masyarakat sehari-hari <br />maupun untuk kebutuhan akademik. Namun, penggunaan media sosial <br />yang berlebihan dapat berpengaruh dan berdampak negatif terhadap <br />mental seseorang dan konsentrasi belajar. Hasil kuisioner yang telah <br />kami bagikandapat disimpulkan bahwa mayoritas memggunakan <br />media sosial dari 3 jam perhari platform yang paling dominan yaitu <br />menggunakan Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Sebanyak 66,7% <br />responden mengaku pernah mengalami stres banyaknya perbandingan <br />di media sosial, dan memiliki 86,3% mengaku menunda tugas <br />akademik karena terdistraksi oleh media sosial. Selain itu, ada sekitar <br />94,1% responden yang telah mencoba untuk mengurangi penggunaan <br />media sosial untuk mengfokuskan belajar, dari beberapa responden <br />yang telah di terapkan menyatakan perlunya edukasi untuk mencegah <br />kerusakan mental dan penggunaan media sosialyang sehat. Meskipun <br />media sosial memberikan manfaat, penggunaan yang terlalu <br />berlebihan juga dapat merusak fokus belajar dan dapat menjadi <br />pemicu stres yang signifikan.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Kosmopolitan: Jurnal Sosial, Hukum, Politik, dan Humaniorahttps://jurnal.catimoredansahabat.my.id/index.php/kosmopolitan/article/view/407Perbandingan Kebijakan Ekonomi Pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam Menghadapi Globalisasi2026-05-09T19:41:24+07:00Raudhatul Jannahraudhatuljannah.oja21@gmail.comM. Luthfilutfi.rlt@gmail.comNurul Kamalynurulkamaly@usk.ac.idMaghfira Faraidiany maghfiraf@usk.ac.idZakirah Azmankirah.azman@usk.ac.id<p>Globalisasi ekonomi telah membawa perubahan besar dalam sistem perekonomian dunia, terutama melalui meningkatnya arus perdagangan internasional, investasi, serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kondisi tersebut menuntut setiap negara untuk menyesuaikan kebijakan ekonominya agar mampu bersaing dan menjaga stabilitas perekonomian nasional. Indonesia dan Malaysia sebagai negara berkembang di kawasan Asia Tenggara memiliki strategi yang berbeda dalam merespons tantangan globalisasi. Perbedaan kebijakan ini terlihat dari cara kedua negara mengelola keterbukaan ekonomi, mendorong pertumbuhan sektor industri, serta memperkuat daya saing di pasar global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi dinamika globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memiliki pendekatan kebijakan yang berbeda, di mana Indonesia cenderung menerapkan keterbukaan ekonomi yang lebih selektif dengan tetap memberikan perlindungan terhadap sektor domestik, sedangkan Malaysia lebih menekankan pada strategi keterbukaan ekonomi yang terarah dan penguatan sektor industri serta investasi asing. Perbedaan strategi tersebut menunjukkan upaya masing-masing negara dalam menyesuaikan kebijakan ekonomi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi global</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Kosmopolitan: Jurnal Sosial, Hukum, Politik, dan Humaniorahttps://jurnal.catimoredansahabat.my.id/index.php/kosmopolitan/article/view/347Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Budaya Lokal oleh Amerta Music dalam Promosi OrangHutan Squad di Aceh2025-12-31T19:44:51+07:00Uswatun Nisauswatunnisa@usk.ac.idNovi Susilawatinovisusilawati@usk.ac.idWininda Qusnul Khotimahwinyninda@uhamka.ac.id<p><em>Penelitian ini membahas strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Amerta Musik dalam mempromosikan grup musik OrangHutan Squad di Aceh. Latar belakang penelitian ini berfokus pada perkembangan musik hip hop di Indonesia, khususnya di Aceh, yang mengalami kemajuan pesat. OrangHutan Squad, yang didirikan pada tahun 2015, berhasil menarik perhatian masyarakat dengan menggabungkan elemen budaya Aceh dalam musik hip hop mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi pemasaran yang efektif dalam memasarkan grup musik lokal di era digital yang kompetitif. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerta Musik menggunakan berbagai teknik promosi, termasuk media sosial, video klip menarik, dan penampilan langsung untuk meningkatkan visibilitas grup. Selain itu, strategi pemasaran yang mengedepankan keunikan budaya lokal menjadi salah satu faktor kunci dalam menarik minat masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi pelaku industri musik lokal dalam merumuskan strategi komunikasi pemasaran yang lebih efektif. Dengan memahami dinamika pasar musik di Aceh, diharapkan OrangHutan Squad dan grup musik lainnya dapat terus berkembang dan bersaing di kancah nasional.</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Kosmopolitan: Jurnal Sosial, Hukum, Politik, dan Humaniora