Bahasa Dalam Konteks Sosial (Peristiwa Tutur Dan Tindak Tutur)
DOI:
https://doi.org/10.56921/jumper.v1i1.36Kata Kunci:
Bahasa, Peristiwa Tutur, Tindak TuturAbstrak
Interaksi yang berlangsung pada anggota masyarakat berkaitan erat dengan penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi untuk mengekspresikan pikiran, perasaan dan keinginan. Proses komunikasi ini akan membentuk peristiwa tutur dan tindak tutur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep bahasa dalam konteks sosial dari aspek peristiwa tutur dan tindak tutur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan (library research) dengan metode analisis data berupa metode analisis isi. Hasil penelitian menghasilkan bahwa peristiwa tutur memiliki delapan komponen yang harus terpenuhi, yang dikenal dengan SPEAKING, yakni; S (Setting and Scene), P (Participants), E (End : Purupose and Goal), A (Act Sequences), K (Key : Tone or Spirit of Act), I (Instrumentalities), N (Norm of Interaction and Interpretation) dan G (Genres). Adapun tindak tutur diklasifikasikan berdasarkan tujuan tuturan yang terdiri dari konstatif dan performatif dan berdasarkan jenis tuturan yang terdiri dari lokusi, ilokusi, perlokusi.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Rizka Utami

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














