Pengaruh Media Sosial sebagai Pemicu Stres dan Distraksi Akademik : Studi Kasus pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Aceh
Abstract
Penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa memiliki tingkat
kerentanan yang tergolong lebih tinggi bergantung dengan internet
dari pada kelompok Masyarakat lainnya karena berada di fase masa
transisi dari masa remaja akhir menuju ke dewasa muda dan sedang
mengalami dinamika psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk
menggali dan menganalisis prespektif tersebut dengan metode
kuantitatif melalui kuisioner kepada mahasiswa perguruan tinggi di
Aceh. Penelitian ini menentukan bahwa masyarakat memiliki
pandangan yang beragam tentang perkembangan teknologi informasi
yang pesat telah menjadikan media sosial bagian integral dalam
kehidupan mahasiswa, bagi kehidupan masyarakat sehari-hari
maupun untuk kebutuhan akademik. Namun, penggunaan media sosial
yang berlebihan dapat berpengaruh dan berdampak negatif terhadap
mental seseorang dan konsentrasi belajar. Hasil kuisioner yang telah
kami bagikandapat disimpulkan bahwa mayoritas memggunakan
media sosial dari 3 jam perhari platform yang paling dominan yaitu
menggunakan Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Sebanyak 66,7%
responden mengaku pernah mengalami stres banyaknya perbandingan
di media sosial, dan memiliki 86,3% mengaku menunda tugas
akademik karena terdistraksi oleh media sosial. Selain itu, ada sekitar
94,1% responden yang telah mencoba untuk mengurangi penggunaan
media sosial untuk mengfokuskan belajar, dari beberapa responden
yang telah di terapkan menyatakan perlunya edukasi untuk mencegah
kerusakan mental dan penggunaan media sosialyang sehat. Meskipun
media sosial memberikan manfaat, penggunaan yang terlalu
berlebihan juga dapat merusak fokus belajar dan dapat menjadi
pemicu stres yang signifikan.



