Evaluasi Collaborative Governance dalam Pengelolaan Transportasi Darat: Analisis Kolaborasi Pemangku Kepentingan dan Efektivitas Layanan
Keywords:
Collaborative Governance; Transportasi Darat ; Efektivitas PelayananAbstract
Transportasi darat merupakan salah satu sektor pelayanan publik yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak dalam proses pengelolaannya. Kompleksitas permasalahan transportasi menyebabkan pemerintah tidak dapat bekerja secara mandiri sehingga diperlukan pendekatan collaborative governance untuk menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi collaborative governance dalam pengelolaan transportasi darat melalui kajian mengenai konsep kolaborasi, peran pemangku kepentingan, efektivitas pelayanan, tantangan implementasi, serta strategi peningkatan kolaborasi. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance mampu meningkatkan koordinasi dan sinergi antar stakeholder, seperti pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan akademisi dalam penyelenggaraan transportasi. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti perbedaan kepentingan, lemahnya koordinasi, keterbatasan partisipasi, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komunikasi, pembangunan kepercayaan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan partisipasi stakeholder agar pelayanan transportasi darat dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.



