Laboratorium Bimbingan Konseling Pengembangan Life Skill Anak Berbasis Komunitas Guru dan Anak Disabilitas pada Sekolah Luar Biasa Negeri 14 Takengon Kabupaten Aceh Tengah

Penulis

  • Addahri Hafidz Awlawi IAIN Takengon
  • Ali Umar Institut Agama Islam Negeri Takengon

DOI:

https://doi.org/10.56921/cpkm.v2i1.55

Kata Kunci:

Laboratorium Bimbingan Konseling, Anak berkebutuhan khusus, Life Skill

Abstrak

Anak berkebutuhan khusus (Heward) atau ABK adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik, yang termasuk ke dalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. kecakapan hidup mempunyai banyak definisi dan sering disalah artikan, hanya sebatas keterampilan memproduksi sesuatu, misalnya, kerajinan tangan, mengayam dan lain sebagainya. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan tingkat relevansi antara pendidikan dan kehidupan nyata, maka setelah lulus atau tamat dari sekolah khusus atau sekolah luar biasa, anak –anak berkebutuhan khusus diharapkan dapat lebih mandiri. Metode yang digunakan dalam pengabdaian ini adalah dengan cara ceramah, demonstrasi, tanya-jawab dan pelatihan tentang pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup life skill bagi anak berkebutuhan khusus yaitu dengan cara penyampaian materi, games education, dan Motorik Games. Hasil dari pengabdian ini adalah anak berkebutuhan khusus menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti kegiatan dikarenakan kegiatan yng tidak mononton dan tidak membosankan. Anak berkebutuhan khusus juga menampakkan kemahiran kemahiran dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Anak menajdi lebih mampu untuk membentuk life skill yang baik.

Referensi

Abdullah, N. (2013). Mengenal anak berkebutuhan khusus. Magistra, 25(86), 1.

Hasibuan, E. J., & Muda, I. (2017). Komunikasi Antar Budaya pada Etnis Gayo dengan Etnis Jawa. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal), 3(2), 106–113.

Kbbi, K. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kementerian Pendidikan Dan Budaya.

Manurung, P. (2020). Pemanfaatan Laboratorium Konseling Sebagai Sumber Belajar Bimbingan Konseling. Al-Fikru: Jurnal Ilmiah, 14(2), 108–123.

Nisa, K., Mambela, S., & Badiah, L. I. (2018). Karakteristik dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Jurnal Abadimas Adi Buana, 2(1), 33–40.

Pratiwi, J. C. (2016). Sekolah inklusi untuk anak berkebutuhan khusus: tanggapan terhadap tantangan kedepannya. Prosiding Ilmu Pendidikan, 1(2).

Setiawan, I. (2020). A to Z anak Berkebutuhan Khusus. CV Jejak (Jejak Publisher).

Siregar, A. D. N. (2019). Sekolah Luar Biasa Bagi Anak Luar Biasa.

Unduhan

Diterbitkan

31-03-2023

Cara Mengutip

Hafidz Awlawi, A., & Umar, A. (2023). Laboratorium Bimbingan Konseling Pengembangan Life Skill Anak Berbasis Komunitas Guru dan Anak Disabilitas pada Sekolah Luar Biasa Negeri 14 Takengon Kabupaten Aceh Tengah. Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 34–47. https://doi.org/10.56921/cpkm.v2i1.55